Cerita Kami

Menelusuri Jejak Sawfish di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Siapa sangka Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan ciri khas berbagai rumah adat Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi Sawfish Indonesia. Bermula dari informasi yang disampaikan oleh Matthew seorang peneliti sawfish asal Amerika yang juga dikenal sebagai ‘Sherlock Holmes of Sawfish’. Matthew mengatakan jika TMII terdahulu memiliki koleksi pari gergaji/sawfish yang didatangkan dari Danau Sentani sesuai dengan laporan hasil wawancara pada tahun 2000.

Berangkat dari fakta tersebut, tim Sawfish Indonesia terdorong untuk menelusuri jejak sawfish di Taman Mini Indonesia Indonesia. Berbekal informasi dari website resmi TMII yang mencantumkan jika sawfish menjadi salah satu koleksi ikan di Dunia Air Tawar, tim Sawfish Indonesia mengujungi wahana tersebut secara langsung. Memasuki pintu masuk Dunia Air Tawar petugas ramah menyambut kedatangan tim yang menanyakan tentang keberadaan pari gergaji di Dunia Air Tawar. Namun petugas mengatakan jika pari gergaji sudah tidak ada di Dunia Air Tawar sejak tahun 2005. Kini akuarium yang pernah dihuni sawfish jenis Pristis microdon tersebut telah telah dihuni oleh ikan buaya asal Amerika Utara. 

Akuarium yang pernah dihuni sawfish kini ditempati ikan buaya

Tidak puas dengan informasi yang didapatkan dari petugas di pintu masuk, tim mencoba mencari informasi lebih lanjut di Perpustakaan di dalam area Dunia Air Tawar. Namun sayang, petugas perpustakaan yaitu Bu Tati yang memahami penyimpanan data sedang tidak bertugas pada hari itu. Walaupun tidak dapat bertemu dengan Bu Tati secara langsung, tim mencoba mengontak beliau dan mendapatkan informasi jika sawfish didatangkan pada bulan April 1994 dan mati antara tahun 2005-2006.

Di perpustakaan terdapat berbagai koleksi buku mengenai perikanan. Selain itu, di sini juga menampilkan tampilan tiket Dunia Air Tawar pada tahun-tahun sebelumnya. Sesuatu yang menarik perhatian yaitu tiket pada tahun 2004 dan 2005 terdapat gambar sawfish atau yang ditulis sebagai hiu gergaji air tawar. Mungkin pada tahun tersebut sawfish menjadi salah satu ikan yang menjadi daya tarik pengunjung mengingat bentuk yang unik terutama pada bagian rostrum atau gergaji. Walaupun tidak bisa melihat secara langsung pada saat tim berkunjung di tahun 2021, tetapi melihat sawfish yang menjadi icon tiket bisa dibayangkan bagaimana sawfish memiliki pesonanya sendiri di tahun tersebut.

Dikarenakan belum mendapatkan informasi detail di perpustakaan, tim mencoba untuk mengunjungi kantor pengelola Dunia Air Tawar. Namun sekali lagi sayang, akibat ikan yang sudah lama tidak ada di sana, informasi yang diinginkan juga belum dapat dipenuhi oleh petugas karena petugas pada tahun itu sudah banyak yang tidak lagi bekerja di sana. Kemudian Sawfish Indonesia diminta untuk menunggu informasi dari bagian karantina untuk catatan kematian sawfish. Bisa dibilang hasil penelusuran jejak sawfish di Dunia Air Tawar belum sesuai dengan ekspektasi tim.

Sawfish menjadi salah satu fauna khas dari Provinsi Papua, jadi tidak lengkap rasanya jika sudah datang ke TMII tetapi tidak mengunjungi anjungan provinsi paling Timur di Indonesia ini. Saat memasuki kawasan Anjungan Papua, ada yang menarik perhatian yaitu terdapat dua patung sawfish di tengah kolam.

Anjungan Papua
Patung sawfish pada kolam anjungan

Bukan tanpa alasan tentu patung ini berada di area anjungan. Patung tersebut mencirikan salah satu keunikan Papua mengingat daerah persebaran sawfish di Indonesia berpusat di Papua. Bertemu dengan salah seorang penjaga anjungan, Pak Isak berbagi cerita mengenai pengalamannya terkait sawfish di tempat tinggalnya dulu.

Pak Isak mengungkapkan terakhir beliau melihat sawfish sekitar tahun 1985 di Kecamatan Yapen Barat, Kepulauan Yapen, Serui (Sekarang disebut dengan Distrik Yapen Barat), Papua. Ikan ini disebut dengan ‘gorano’ dengan panjang sekitar 5-6 m yang tersebar di seluruh perairan Papua, termasuk di Kepulauan Cendrawasih, Nabire, Biak, Mambor. Selain itu, pada tahun 1989 di Kabupaten Fakfak diketahui juga pernah tertangkapnya gorano dengan motif bintang yang akhirnya menjadi tontonan oleh masyarakat. Pak Isak menambahkan jika hingga saat ini sawfish diyakini masih ada di sekitar Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Selain di Papua bagian Utara, sesuai temuan Sawfish Indonesia, sawfish juga ditemukan keberadaanya di Selatan Papua atau lebih tepatnya di Merauke. Menurut laporan nelayan sebanyak 7 ekor sawfish terjerat jaring nelayan secara tidak sengaja (bycatch) pada bulan April 2021 .

Tidak berhenti di situ, keberadaan sawfish juga pernah tercatat ada di Danau Sentani, Jayapura. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada masyakarat sekitar Danau Sentani. Masyarakat mengatakan jika sawfish yang biasa disebut dengan hiu sentani tidak pernah terlihat lagi sejak tahun 1985 dan bisa dibilang sudah punah walaupun perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut. Fakta ini menjadi menarik ketika Dunia Air Tawar pernah memiliki koleksi sawfish yang didatangkan dari Danau Sentani sekitar tahun 1994. Oleh karena itu, pengumpulan data lebih lanjut terkait jejak sawfish di Dunia Air Tawar TMII menjadi sumber informasi penting yang diperlukan untuk studi lebih lanjut mengenai keberadaan sawfish khususnya di Danau Sentani.

Walaupun informasi yang didapatkan belum cukup memuaskan, namun tim terus mengupayakan untuk mendapatkan informasi lanjutan. Penelusuran sawfish juga terus dilakukan oleh tim Sawfish Indonesia tidak hanya di tanah Papua tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini diharapkan mampu menjadi sumber informasi mengenai sawfish di Indonesia mengingat penelitian tentang ikan dilindungi tersebut masih sangat minim.